Selamat datang di Diary Bunda Vera. Karena nama blognya Diary Bunda Vera, maka perkenalkan nama saya Vera. Rencananya, blog ini akan diisi dengan artikel tentang segala hal yang berhubungan dengan pengalaman menjadi ibu serta segala sesuatu yang berkaitan dengan hal tersebut. Selain sebagai media sharing pengalaman, blog ini juga berfungsi sebagai alat untuk mengarsipkan segala aktifitas saya yang berhubungan dengan keluarga.
Di postingan pertama ini, saya akan membahas tentang cara mencukur rambut bayi yang dilakukan oleh nenek saya. Cara mencukur rambut ini dilakukan secara tradisional, dengan metode yang dilakukan turun-temurun sejak jaman dahulu kala. Sudah banyak bayi yang beliau cukur rambutnya, mulai dari ibu, tante, saya, ponakan, dll. Maka, skill mencukur rambut bayi nenek saya ini sudah tidak diragukan lagi.
Proses mencukur rambut bayi ini biasanya dilakukan apabila bayi telah berusia 35 hari hari (atau 40 hari ya?), atau orang Jawa biasa menyebut dengan selapanan. Setelah rambut bayi dicukur bersih hingga tak bersisa, kita kumpulkan semua rambut menjadi satu. Rambut tersebut kita timbang, kemudian kita membeli emas sesuai dengan berat rambut tersebut. Kemudian emas yang kita beli tersebut kita sumbangkan kepada orang yang membutuhkan.
Mencukur rambut bayi hingga bersih bertujuan agar kelak rambut bisa tumbuh lebih lebat dan merata.
Karena mencukur rambut kali ini dilakukan secara tradisional, maka alat dan bahan yang digunakan tentu saja masih tradisional juga. Alat yang digunakan adalah pisau cukur jenis razor blade. Agar lebih enak digenggam, serta pisau tidak melengkung saat digunakan nenek saya menambahkan batang kayu atau bambu. Kayu atau bambu tersebut dibelah sebagian bagian tengahnya, kemudian dijepitkan ke pisau cukur, kemudian diikat menggunakan benang atau karet gelang.
selain pisau cukur, kita juga memerlukan kunir yang sudah dihancurkan.kunir ini nantinya dilaburkan ke seluruh permukaan kulit yang telah selesai dicukur. Menurut mbah Google, melaburkan kunir di kulit kepala mempunyai beragam faedah.
Lebih lanjut, kunir berfaedah mengatasi berbagai macam masalah kulit kepala. Permasalahan seperti peradangan, gatal-gatal, infeksi jamur, serta gangguan kulit kepala lainya dapat diatasi dengan mudah. Kandungan anti bakteri pada kunir mampu membersihkan kulit kepala, sehingga mengurangi penumpukan kulit mati yang dapat menyebabkan ketombe. Selain itu, Kunir juga dapat merangsang pertumbuhan rambut sehingga sangat efektif mencegah rambut rontok, serta menipisnya rambut.
Bagaimana proses mencukur rambut bayi yang dilakukan secara tradisional tersebut? anda bisa menonton video di chanel youtube Diary Bunda Vera dengan klik link dibawah ini.

Post a Comment